-->

TEKNIK PENETASAN ARTEMIA

 Artemia merupakan salah satu jenis pakan alami yang tergolong dalam kelompok zooplankton. Dalam budidaya ikan dan udang, artemia merupakan pakan alami yang paling sering digunakan karena memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik.

 Biasanya artemia yang digunakan berupa artemia kalengan dalam bentuk kista yang perlu ditetaskan lagi. Tingkat penetasan artemia kalengan yang dijual biasanya berkisar antara 60% - 80% tergantung dari kualitas produk artemia yang dijual.

 Selain kualitas produk, teknik penetasan artemia juga sangat berpengaruh dalam memperoleh tingkat penetasan yang optimal. oleh karena itu, perlu kita mempelajari bagaimana teknik penetasan artemia yang baik.

Berikut merupakan teknik penetasan artemia yang baik :

  1. Pilih dan gunakan telur artemia yang sehat
  2. Gunakan garam dengan takaran 1 sampai 2/3 sendok makan perliter air. Pastikan untuk menggunakan garam laut
  3. pH air yang baik dalam penetasan artemia yaitu 8 atau lebih. jika pH air kurang dari 7, maka epson garam atau magnesium sulfat dapat ditambahkan dengan takaran 1/2 sendok teh perliter larutan.
  4. Suhu air yang optimal yaitu 26 - 28 oC. Semakin rendah suhu maka proses penetasan akan semakin lama, dan usahakan suhunya tidak lebih dari 30 oC.
  5. Pencahayaan diperlukan untuk memicu mekanisme menetas dalam embrio selama beberapa jam pertama inkubasi. 
  6. Aerasi konstan, diperlukan untuk menjaga artemia tetap hidup serta memberikan oksigen yang cukup untuk artemia menetas.
  7. Penebaran kista artemia sebanyak 1 gram/liter air untuk memperoleh tingkat penetasan yang optimal.
  8. Gunakan wadah berbentuk "V" atau kerucut untuk memperoleh hasil penetasan yang optimal.
  9. Masa inkubasi telur berkisar 24 jam. Namun untuk telur yang telah disimpan cukup lama, memerlukan waktu penetasan tambahan hingga 30-36 jam.  

Langkah-langkah penetasan artemia :

  1.  Tempatkan wadah kerucut di wadah yang kokoh dan cahaya remang
  2. Isi wadah kerucut dengan salinitas 20-25 ppt dan suhu optimal 28 oC.
  3. Masukkan artemia dengan takaran 1 gram/liter air
  4. Gunakan aerasi yang memadai untuk menjaga tekanan dalam wadah
  5. Artemia dapat dipanen setelah 18-36 jam

Setelah artemia menetas, matikan aerasi dan tunggu beberapa menit agar cangkang telur dan anakan artemia terpisahkan. Anakan artemia yang baru menetas akan mengendap kebagian bawah kerucut atau bergerak ke arah sumber cahaya, sedangkan cangkang telur akan mengapung di permukaan. 

0 Response to "TEKNIK PENETASAN ARTEMIA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel